⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial
   
 
LSM PENJARA Minta Pengawasan Ketat Program Makanan Bergizi Gratis di Kabupaten Kampar: “Anak Kita Harus Aman, Bukan Cemas”
Rabu, 08-10-2025 - 10:34:40 WIB
TERKAIT:
   
 

 


Bangkinang, 8 Oktober 2025
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto sejak awal 2025 kini mulai berjalan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Kampar. Program ini bertujuan meningkatkan asupan gizi bagi anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui sebagai langkah menuju Indonesia Emas 2045.


Namun, munculnya kasus keracunan makanan MBG di beberapa wilayah lain membuat sebagian masyarakat Kampar mulai khawatir. Mereka berharap pelaksanaan di Kampar dapat berjalan aman dan terkendali.


Menanggapi hal ini, LSM PENJARA Kabupaten Kampar menyampaikan dukungan penuh terhadap program nasional tersebut, namun menegaskan pentingnya pengawasan yang ketat, sistematis, dan transparan agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.


Ketua LSM PENJARA, Budi Hendra, SE, mengatakan bahwa niat baik pemerintah harus dibarengi dengan pengawasan serius agar tidak menimbulkan keresahan.


“Program MBG ini sangat bagus, tapi pelaksanaannya harus hati-hati. Kita ingin anak-anak Kampar aman dan sehat, bukan cemas saat menerima makanan dari program ini,” ujarnya.


LSM PENJARA mendorong Pemerintah Kabupaten Kampar membentuk Tim Pengawasan Bersama MBG, yang melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, sekolah, dan unsur masyarakat.


Budi juga menekankan pentingnya standarisasi dan sertifikasi penyedia makanan MBG.


“Setiap penyedia makanan harus memiliki izin resmi dan lolos uji higienitas dari Dinas Kesehatan. Ini penting agar masyarakat yakin dan tidak khawatir,” jelasnya.


Selain itu, LSM PENJARA mengusulkan sejumlah langkah praktis sebagai solusi agar program MBG berjalan sukses di Kampar:


1. Sertifikasi penyedia makanan oleh Dinas Kesehatan untuk menjamin kebersihan dan mutu gizi.
2. Uji sampel rutin dan pemeriksaan acak terhadap makanan yang dibagikan di sekolah.
3. Pelibatan sekolah dan orang tua sebagai tim pemantau lokal.
4. Kolaborasi dengan UMKM pangan lokal agar bahan makanan lebih segar dan ekonomi daerah ikut tumbuh.
5. Edukasi keamanan pangan dan gizi di sekolah dan masyarakat desa.
6. Saluran pengaduan cepat jika ditemukan masalah di lapangan.


“Kalau semua pihak mau terbuka dan saling bantu, Kampar bisa jadi contoh daerah dengan pelaksanaan MBG yang aman, sehat, dan berpihak pada rakyat kecil,” tambah Budi.


Kami LSM PENJARA juga menegaskan bahwa keberhasilan program MBG di Kampar bergantung pada sinergi pemerintah dan masyarakat. Ia berharap masyarakat aktif melaporkan jika menemukan makanan yang tidak layak konsumsi, dan pemerintah cepat menindaklanjuti laporan tanpa menunggu viral di media sosial.


“Kuncinya adalah kepercayaan. Kita tidak ingin masyarakat curiga pada niat baik pemerintah, tapi juga tidak boleh lengah. Pengawasan harus dilakukan bersama-sama,” ujarnya.


LSM PENJARA juga berencana menggandeng dinas terkait untuk menggelar kampanye ‘Gerakan Pangan Aman dan Bergizi’ di sekolah dan desa, sebagai upaya jangka panjang membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi dan kebersihan makanan.


Dengan pengawasan yang baik dan keterlibatan semua pihak, LSM PENJARA yakin Kampar bisa menjadi contoh sukses pelaksanaan MBG di tingkat nasional — aman, menyehatkan, dan menumbuhkan kepercayaan publik.




 
Berita Lainnya :
  • LSM PENJARA Minta Pengawasan Ketat Program Makanan Bergizi Gratis di Kabupaten Kampar: “Anak Kita Harus Aman, Bukan Cemas”
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Sinergi Pemerintah Daerah dan Perbankan Syariah, Bupati Kampar Hadiri RUPS-LB BRK Syariah 2026
     
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Sumatera
    + Jabar
    + Riau
    + Kampar
    + Infrastruktur
     
     

     

     
    + Ekbis
    + Cityzen
    + Siaran Pers
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020-2026 HKindonesia.com - Harian Kita Indonesia - Membangun untuk Indonesia, all rights reserved